Apa Itu Stres? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

stres

Stres adalah bagian alami dari kehidupan, tetapi jika tidak dikelola dengan baik, dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental kita. Dengan mengenali tanda-tanda stres, memahami penyebabnya, dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya, kita dapat menjalani kehidupan yang lebih seimbang dan lebih bahagia.

Apa itu Stres?

Stres adalah respons tubuh terhadap tekanan. Banyak situasi atau peristiwa dalam hidup dapat menyebabkan stres. Stres sering dipicu saat kita mengalami sesuatu yang baru atau tak terduga yang mengancam identitas diri kita, atau ketika kita merasa memiliki sedikit kendali atas suatu situasi.

Setiap individu menghadapi stres dengan cara yang berbeda. Kemampuan kita untuk mengatasi stres bisa bergantung pada faktor genetik, peristiwa awal dalam hidup, kepribadian, dan keadaan sosial serta ekonomi.

Ketika kita menghadapi stres, tubuh kita memproduksi hormon stres yang memicu respons “berjuang atau lari” dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh kita. Ini membantu kita merespons dengan cepat dalam situasi berbahaya.

Terkadang, respons stres ini dapat membantu. Ini bisa membantu kita melewati rasa takut atau rasa sakit sehingga kita bisa berlari maraton atau memberikan pidato, sebagai contoh. Biasanya, hormon stres kita kembali normal dengan cepat begitu peristiwa stres berakhir, dan tidak akan ada efek jangka panjang.

Namun, terlalu banyak stres dapat memiliki efek yang merugikan. Ini bisa membuat kita berada dalam keadaan “berjuang atau lari” yang berkepanjangan, membuat kita merasa terlalu kewalahan atau tidak mampu mengatasi. Jangka panjang, ini dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental kita.

Apa yang Membuat Kita Stres?

Banyak hal yang dapat menyebabkan stres: kehilangan orang yang kita cintai, perceraian atau perpisahan, kehilangan pekerjaan, atau masalah keuangan yang tak terduga. Stres yang berkaitan dengan pekerjaan juga dapat berdampak negatif pada kesehatan mental kita. Orang yang terkena stres yang berkaitan dengan pekerjaan rata-rata kehilangan 24 hari kerja akibat masalah kesehatan.

Perubahan positif dalam hidup, seperti pindah ke rumah yang lebih besar, naik pangkat di pekerjaan, atau pergi berlibur, juga bisa menjadi sumber stres. Jika Anda merasa stres dalam situasi-situasi seperti ini, Anda mungkin sulit memahami alasannya atau enggan berbagi perasaan Anda dengan orang lain.

Tanda-tanda Stres

Tanda-tanda stres dapat bervariasi dari perasaan hingga dampak fisik dan perilaku. Beberapa tanda-tanda stres yang umum termasuk:

Perasaan:

  • Cemas
  • Takut
  • Marah atau agresif
  • Sedih
  • Mudah tersinggung
  • Frustrasi
  • Depresi

Terkadang, perasaan ini dapat menyebabkan gejala fisik, membuat Anda merasa semakin buruk.

Reaksi Tubuh:

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Masalah pencernaan seperti sembelit, kembung, atau diare
  • Pernapasan dangkal atau hiperventilasi
  • Keringat
  • Palpitasi jantung
  • Nyeri dan ketegangan tubuh

Perilaku:

  • Menarik diri dari orang lain atau bersikap kasar pada mereka
  • Bersikap bimbang atau keras kepala
  • Menangis
  • Kesulitan tidur atau sulit tidur
  • Mengalami masalah seksual
  • Mengonsumsi rokok, alkohol, atau obat-obatan lebih dari biasanya

Jika stres berlangsung lama, Anda mungkin akan melihat dampak pada tidur dan ingatan Anda, perubahan dalam kebiasaan makan, atau kehilangan motivasi untuk berolahraga. Beberapa penelitian juga telah menghubungkan stres jangka panjang dengan kondisi pencernaan seperti Sindrom Usus Sakit (Irritable Bowel Syndrome atau IBS) atau tukak lambung, serta kondisi seperti penyakit kardiovaskular.

Siapa yang Terkena Stres?

Semua orang mungkin dapat mengenali beberapa dari perasaan yang disebutkan di atas. Beberapa orang mungkin lebih terpengaruh oleh stres daripada yang lain. Bagi beberapa orang, keluar dari rumah tepat waktu setiap pagi bisa menjadi pengalaman yang sangat stres, sedangkan orang lain mungkin kurang terpengaruh oleh tekanan yang besar.

Beberapa orang lebih mungkin mengalami situasi stres daripada yang lain. Contohnya:

  • Orang dengan banyak utang atau ketidakamanan finansial lebih mungkin stres tentang uang.
  • Orang dari kelompok etnis minoritas atau yang LGBTQIA+ lebih mungkin stres karena prasangka atau diskriminasi.
  • Orang dengan cacat atau kondisi kesehatan jangka panjang lebih mungkin stres tentang kesehatan mereka atau stigma yang melekat pada mereka.

Baca juga artikel terkait yang bisa mendalam tentang topik ini di platform kami: Perbedaan Motivasi dan Inspirasi

Cara Mengatasi Stres

Jika Anda merasa stres, ada beberapa hal yang bisa Anda coba untuk merasa lebih rileks dan tidak terlalu kewalahan. Beberapa langkah yang dapat membantu mengatasi stres adalah:

Mengenali Kapan Stres Menjadi Masalah

Menghubungkan tanda-tanda fisik dan emosi yang Anda alami dengan tekanan yang Anda hadapi penting. Jangan abaikan tanda-tanda peringatan fisik seperti otot tegang, kelelahan, sakit kepala, atau migrain.

Pikirkan apa yang menyebabkan stres Anda. Pisahkan mereka menjadi masalah dengan solusi praktis, hal-hal yang akan membaik seiring berjalannya waktu, dan hal-hal yang tidak dapat Anda ubah. Ambil kendali dengan mengambil langkah-langkah kecil menuju hal-hal yang dapat Anda perbaiki.

Pikirkan di Mana Anda Bisa Mengubah

Apakah Anda terlalu banyak menanggung beban? Bisakah Anda memberikan beberapa tugas kepada orang lain? Bisakah Anda melakukan sesuatu dengan lebih santai? Anda mungkin perlu memprioritaskan hal-hal dan mengatur ulang hidup Anda sehingga Anda tidak mencoba melakukan segalanya sekaligus.

Bangun Hubungan yang Mendukung

Temukan teman dekat atau keluarga yang dapat memberikan bantuan dan saran praktis yang dapat mendukung Anda dalam mengelola stres. Bergabung dengan klub atau kursus dapat membantu memperluas jaringan sosial Anda dan mendorong Anda untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Aktivitas seperti menjadi relawan dapat mengubah perspektif Anda dan memiliki dampak positif pada suasana hati Anda.

Makan dengan Sehat

Diet sehat dapat meningkatkan suasana hati Anda. Mendapatkan cukup nutrisi (termasuk vitamin dan mineral penting) serta air dapat membantu kesejahteraan mental Anda.

Perhatikan Konsumsi Rokok dan Minuman Keras

Kurangi atau berhenti merokok dan minum alkohol jika Anda bisa. Mereka mungkin tampak mengurangi ketegangan, tetapi sebenarnya bisa memperburuk masalah. Alkohol dan kafein dapat meningkatkan perasaan cemas.

Berolahraga

Olahraga fisik dapat membantu mengelola efek stres dengan memproduksi endorfin yang meningkatkan suasana hati Anda. Mungkin sulit untuk memotivasi diri sendiri jika Anda merasa stres, tetapi bahkan sedikit aktivitas bisa membuat perbedaan. Sebagai contoh, Anda bisa mencoba berjalan selama 15-20 menit tiga kali seminggu.

Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Luangkan waktu untuk bersantai dan merawat diri, di mana Anda melakukan hal-hal positif untuk diri Anda sendiri. Menemukan keseimbangan antara tanggung jawab terhadap orang lain dan tanggung jawab terhadap diri sendiri sangat penting dalam mengurangi tingkat stres.

Bersikap Sadar

Meditasi kesadaran (mindfulness) dapat dilakukan di mana saja, kapan saja. Penelitian telah menyarankan bahwa ini dapat membantu dalam mengelola dan mengurangi efek stres dan kecemasan.

Tidur yang Berkualitas

Jika Anda mengalami kesulitan tidur, Anda bisa mencoba mengurangi konsumsi kafein dan menghindari terlalu banyak waktu di depan layar sebelum tidur. Tuliskan daftar hal-hal yang perlu Anda lakukan besok untuk membantu Anda memprioritaskan, tetapi pastikan Anda meletakkannya sebelum tidur.

Bersikap Lembut pada Diri Sendiri

Cobalah untuk tetap realistis dan jangan terlalu keras pada diri sendiri. Cari hal-hal positif dalam hidup Anda dan tuliskan hal-hal yang membuat Anda merasa bersyukur.

Dapatkan Bantuan Profesional

Jika Anda terus merasa kewalahan oleh stres, jangan takut untuk mencari bantuan profesional. Ini tidak berarti Anda gagal. Mendapatkan bantuan sesegera mungkin penting sehingga Anda bisa merasa lebih baik.

Bicarakan dengan dokter Anda tentang perasaan Anda. Mereka seharusnya bisa memberi Anda saran tentang pengobatan dan mungkin merujuk Anda untuk bantuan lebih lanjut. Mereka mungkin menyarankan terapi berbicara seperti Terapi Perilaku Kognitif (Cognitive Behavioral Therapy atau CBT) yang dapat membantu mengurangi stres dengan mengubah cara Anda berpikir tentang situasi stres, atau konseling interpersonal singkat yang memberi Anda kesempatan untuk berbicara tentang apa yang menyebabkan stres dan mengembangkan strategi pemecahannya. Pendekatan berbasis kesadaran juga bisa membantu.

Disarikan dari beberapa sumber.

Anda telah membaca artikel kehidupan tentang "Apa Itu Stres? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya" yang telah dipublikasikan oleh Kanal Kehidupan. Semoga bisa menjadi motivasi dan inspirasi untuk menjadi lebih baik. Terima kasih.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *